Cetakan pertama novel ini tahun 2007. Sementara saya, baru tahu Rahasia Meede lewat blog seseorang (yang jago sekali dalam me-review banyak novel) akhir tahun 2010. Kemudian, saya baru selesai baca Mei 2011. (jangka waktu baca yang lama bukan permasalahan tebal buku, tapi karena tugas-tugas kuliah yang segunung, he he he)
Saya tipe orang yang picky banget dalam memilih bacaan. Misalnya ada novel tentang seorang gadis yang jatuh cinta dengan drakula, kemudian dengan semangatnya gadis itu ingin menjadi drakula juga. Dengan cerita begini novel tersebut dibaca jutaan orang didunia, tapi klo nggak sreg di hati, saya pasti nggak menengok buku ini meski di rak “best seller” toko buku sekalipun.
Begitu saya mendapatkan Rahasia Meede, dan tersadar bahwa buku ini sudah jarang di pasaran, entah mengapa saya merasa beruntung. Novel ini merupakan thriller sejarah dengan kombinasi fiksi dan fakta (normatifnya). Namun, menurut saya novel ini adalah tamparan di siang bolong bagi siapa saja yang melupakan atau malas atau benar-benar tidak tahu mengenai sejarah nusantara ini. (saya salah satu orang yang kena tampar tersebut)
Berlebihan? Mungkin. Tapi, baca dulu buku ini. Karena setiap bab adalah kejutan. Jadi pembaca akan dibuat bertanya-tanya sejak awal, dan akan jadi “kacau” karena (mungkin) berspekulasi duluan, dan ternyata SALAH menilai.
Ceritanya, ah sudahlah anda bisa googling sendiri. Intinya tentang dua orang anak muda beda idealisme, dan satu orang gadis Belanda dalam mengungkap misteri emas VOC. Setting novel ini melompat-lompat, kita akan dibawa ke masa kolonial, detik-detik kemerdekaan, dan tentus saja, masa sekarang. Dari mulai Den Haag, Boven Digoel, Bangka, terowongan di bawah perut Jakarta, hingga Bugerzaal.
Tokoh-tokohnya? Banyak, ada seorang wartawan cerdas benama Batu, seorang Anarki bernama Kalek, mahasiswi Belanda bernama Cathleen, tiga orang peneliti Belanda, seorang guru sejarah, seorang purnawirawan TNI, seorang perempuan metropolitan hedonis, Profesor penyimpan dendam, redaktur sebuah harian, dan masih banyak lagi.
Novel ini menantang logika. Sedikit kritik adalah mengenai adegan saat api Monas berikut emas-emasnya turun ke dasar monumen tersebut. Hmmm.. sedikit berlebihan dan sulit diterima (akal saya yang malas ini). But, I’ll tell you once again, kejutan-kejutan di buku ini bisa 180 derajat menjungkirbalikkan dugaan-dugaan anda. Bagi yang belum baca? Segera lah mencari novel ini, dan semoga mendapatkannya, karena mulai susah dicari.
Penulis Rahasia Meede adalah E.S Ito, kita bisa baca tulisan-tulisan dia yang lainnya dengan penuturan yang jujur, menohok, sarkastik, serta sedikit romantis di http://itonesia.com/

























